Dugaan Kejanggalan SPMB SMP Negeri Kota Bekasi 2026 Disorot, Plt Kadisdik Diminta Lakukan Evaluasi Menyeluruh

BEKASI, newsgbn.net||– Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan.
Sejumlah orang tua calon peserta didik mengaku menemukan berbagai dugaan kejanggalan selama proses seleksi, terutama pada jalur yang menggunakan parameter domisili atau jarak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah orang tua peserta SPMB, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian dalam proses verifikasi data dan penentuan jarak yang dinilai memengaruhi hasil seleksi.
Hingga berita ini ditulis, tudingan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya disamarkan dan disebut sebagai Anton (47) menilai pelaksanaan SPMB tahun ini perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia menduga terdapat intervensi dalam proses seleksi yang melibatkan operator maupun pihak lain.
“Selain menjadi preseden buruk dunia pendidikan dalam penerimaan SPMB tahun 2026, Plt Dinas Pendidikan Chondro Wibowo harus bertanggung jawab terhadap carut-marutnya SPMB tingkat SMPN di Kota Bekasi,” ujarnya.
Orang Tua Murid Soroti Dugaan Intervensi dalam Seleksi
Anton mengaku menerima informasi mengenai dugaan adanya pihak tertentu yang berupaya meloloskan peserta didik melalui mekanisme yang dinilai tidak sesuai prosedur.
Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, maka hal itu perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi, untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB.
“Adanya kongkalikong secara terstruktur yang ditengarai adanya rekomendasi dari pejabat Dinas Pendidikan menjadi potret buram setiap tahun betapa buruk pelaksanaan SPMB tingkat SMPN di Kota Bekasi,” katanya.
Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan klaim narasumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Belum ada keterangan resmi yang membenarkan adanya dugaan intervensi maupun penyimpangan dalam proses SPMB.
Dugaan Permainan Operator Diminta Diusut
Anton juga menilai operator SPMB seharusnya bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah ditetapkan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Dugaan Kejanggalan SPMB SMP Negeri Kota Bekasi 2026 Disorot, Plt Kadisdik Diminta Lakukan Evaluasi Menyeluruh


Dinas Pendidikan Diharapkan Memberikan Penjelasan
Selain menyoroti pelaksanaan SPMB, narasumber juga mempertanyakan respons Dinas Pendidikan Kota Bekasi terhadap berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.
Ia berharap Dinas Pendidikan memberikan penjelasan resmi terkait mekanisme verifikasi data, sistem penentuan jarak, serta langkah evaluasi yang akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Anton bahkan menduga dugaan persoalan tersebut berpotensi berdampak pada banyak calon peserta didik yang gagal lolos seleksi.
Namun, hingga kini belum ada data resmi yang dapat mengonfirmasi jumlah peserta yang diduga terdampak.
“Mungkin bisa ratusan hingga ribuan peserta didik yang ikut dalam SPMB menjadi korban permainan operator yang skor jarak dan berdampak tersingkir dari laman SPMB,” ujarnya.
Hingga artikel ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kota Bekasi maupun Plt Kepala Dinas Pendidikan Chondro Wibowo belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai tudingan tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi apabila telah diperoleh dari pihak terkait, kirim tanggapan ke email porosjakarta@gmail.com.(Tohom.red)






